Suamiku Jadul
“Jangan, Cok, kau harus sekolah setinggi-tingginya,”
“Tapi Bang Torkis gak sekolah bisa kaya, kurban satu sapi limosin,”
“Biarpun bagaimana, Cok, pendidikan nomor satu, jangan kau rasakan seperti yang Ayah rasakan dulu, putus sekolah karena gak ada uang, kau harus sekolah tinggi-tinggi, jadi dokter atau polisi,”
“Iya, Cok, betul itu, biar gak takut lagi ayahmu ke rumah sakit sama kantor polisi,” aku menyambung perkataan Bang Parlin.