DEAR RANIA
Rakha hanya bisa melihat aksi Zulfa tanpa berkomentar.
"Surat ini tidak penting, karena yang penting itu bagaimana caranya Mas berjuang meyakinkan Rania kalau Mas sungguh-sungguh mencintai Rania. Jangan menyerah dulu apalagi berpikir untuk menandatangani surat ini. Zulfa tahu sifat Rania memang keras, tapi ingat kata pepatah, batu yang keras pun jika di timpa air terus menerus pasti lama-lama bisa berlubang," tutur Zulfa berapi-api. Ke dua bola mata gadis berhijab biru itu berkaca-kaca.
"Zulfa ingin melihat Mas Rakha bahagia, dan Zulfa tahu, kebahagiaan Mas itu cuma sama Rania..." Zulfa melanjutkan kalimatnya, tapi kali ini dengan suara yang lebih pelan.