Ralp
Tapi setelah semua kejadian ini, setelah ledakan dan juga pertarungan yang tak wajar, dan juga setelah insiden darah di dalam tas Ralp, kurasa semua yang pria ini ucapkan ada benarnya.
"Apa kau ingin putus dariku?" tanya Ralp. Nadanya terdengar sedih dan aku bisa gila jika berkata bahwa Ralp di hidupku bukanlah masalah besar. "Aku akan mengantarmu pulang. Istirahatlah setelah ini. Kau mungkin dikejar deadline, tapi setelah semua kejutan ini, aku tak yakin kalau kau punya cukup tenaga untuk mengetik.
Ralp benar. Aku terlalu ragu dan takut. Tapi mempercayakan kendali mobil pada seorang pembunuh tidak lebih aman dari pada menyaksikan pertarungan fenomenal yang baru saja terjadi.
Hot Chapters