Tentang Rasa
“Rin, makasih, ya. Makasih udah memberiku kesempatan untuk memperkenalkan diriku. Inilah aku, seorang pria yang terlihat baik-baik saja padahal sering menangis sendirian. Pria lemah yang berpura-pura kuat.”
Telunjuk Rinjani terulur menghentikkan Agam bicara. “Stt, kamu bukan pria lemah. Pria juga manusia yang diciptakan memiliki air mata.” Rinjani menjeda ucapannya sejenak, tangan gadis itu berpindah mengenggam tangan Agam penuh sayang. “Dengar, bagaima pun kamu, aku bangga kamu bisa jujur dengan dirimu sendiri. Tetaplah menjadi Agam yang aku kenal, ya.”
Hot Chapters