Tawanan yang Menawan
Semua wanita—termasuk Ratri—terdiam sejenak, tertegun oleh kemaluan Wirya yang sudah tegak berdiri dengan ukuran yang luar biasa besar.
“Demi dewa-dewa...” bisik salah satu wanita, matanya membelalak. “Ramalan itu benar... dia memang istimewa.”
Wanita yang masih duduk di atas Wirya tiba-tiba tersenyum licik. “Lihat? Tubuhmu sudah mengatakan ya, meski mulutmu mengatakan tidak.” Tangannya meraba dengan penuh kepuasan.
Ratri, yang tadinya ketakutan, sekarang justru terpana—campur rasa malu, takut, dan sedikit... terpesona. “Tuan...” bisiknya, tidak tahu harus berbuat apa.
Hot Chapters