Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
A.M.O.R.E.G.A

A.M.O.R.E.G.A

Sekarang bahkan otaknya kembali lagi berputar dengan kejadian lama saat ia dihina oleh ibunya sendiri, sungguh miris. Flashback end "Nunggu lama?" tanya Amor. Rega menggeleng. "Baru aja," ucapnya. "Maaf tadi aku ga bilang, soalnya udah kebelet banget," ucap Amor bohong sekaligus merasa tak enak pada Rega. "Ga apa-apa, Mor, tenang aja sama gua." "By the way, ini kita mau langsung balik? Ga ada yang kurang lagi nih?" tanya Rega
104.1K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as regretting
Read
+Library
Jandaku Ternyata Seorang Mafia

Jandaku Ternyata Seorang Mafia

Marvin sadar betapa dia sudah benar-benar menyakiti Regita hingga Regita tidak mau memaafkannya. Marvin sudah menghancurkan harapan Regita. Bahkan mungkin juga kepercayaannya terkait pernikahan. Alih-alih menyembuhkan luka lama, Marvin justru menambah luka baru yang tak kalah parah untuk Regita. “Maafkan aku, Regita. Sekarang biarkan aku mengulang semuanya dari awal,” kata Marvin seperti janji yang diucapkan pada diri sendiri.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as regretting
Read
+Library
TERSESAT DALAM GAIRAH

TERSESAT DALAM GAIRAH

Tetap dengan posisi kepalanya yang terangkat, Nay bilang, “Nggak perlu minta maaf. Itu, kan, bukan salah lo!” Sepanjang percakapan itu, tidak sekalipun Regita melepas genggamannya. Tidak juga ketika perempuan itu berkata, “Maafku karena di masa depan sekalipun, aku nggak akan bisa membuatmu melupakan apapun yang ingin kamu lupakan.”
1012.5K viewsOngoingAdded to Library 288 Times as regretting
Read
+Library
FWB (Friend with Bonus)

FWB (Friend with Bonus)

"Sejak dulu, aku benci melihat bendera kuning di depan rumah-rumah orang. Sebab biasanya, itu tanda bahwa dunia seseorang sedang hancur di sana. Tapi ... aku kadang lupa diri. Bahwasanya, bendera kuning mungkin bukan hanya kepunyaan mereka dan keluarganya, tapi bisa menghampiri aku dan keluargaku kapan saja." -Givanya Nantika Soekma- **** Seseorang mengatakan bahwa regretting the past is like chasing after the wind. Hal itu berarti bahwa segala yang sudah terlewat sangat tidak mungkin diulang sehingga menyesalinya hanya akan menjadi kesia-siaan. Giva sadar itu. Ia dan penyesalannya kini adalah menyatu dengan diri. Dalam pandangan mata yang nanar di balik kaca
102.7K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as regretting
Read
+Library
Penyesalan di akhir

Penyesalan di akhir

Sesampai Febri di kosan nya Febri berbaring di kasur dan dia melamun sambil tersenyum sendiri. " malam itu memang malam yang sangat sunyi untuk ku rasa sedih dan duka ku bercampur aduk hanya dengan mengingat masa lalu yang tidak akan pernah ada ujung nya untuk di kenang, tetapi malam itu serasa sangat berseri sekali ketika melihat mu dan kamu mulai memeluk ku sambil menenangkan ku, terima kasih telah ada dan hadir dalam hidupku saat ini, terima kasih untuk satu malam yang sunyi itu dan akan selalu ku kenang setiap saat ". Bersambung
9.54.0K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as regretting
Read
+Library
Merayakan Kehilangan

Merayakan Kehilangan

𝘒𝘢𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘪 𝘒𝘢𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘬𝘩𝘪𝘢𝘯𝘢𝘵𝘪
2.6K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as regretting
Read
+Library
Misunderstanding

Misunderstanding

Hangat, masih sama seperti dulu ketika hubungan mereka baik-baik saja bersama sang Mama yang telah tiada. “Aku kangen banget sama Papa,” bisik Ara lirih. Air matanya semakin deras mengalir menganak sungai. “Maafkan Papa, Ara. Maaf atas semua kesalahan Papa ke kamu, Mama dan Bion.” Laki-laki itu sungguh menyesal karena baru menyadari kesalahan di saat sudah terlambat. “Reza pernah temui Papa dan jelaskan semua.” Pengakuan papanya membuat Ara memisahkan diri dan mendongak.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as regretting
Read
+Library
Penyesalan Suami yang Terlambat

Penyesalan Suami yang Terlambat

Ah, berulangkali pun aku berpikir seandainya, tak akan ada gunanya karena waktu yang sudah berlalu tak akan pernah kembali meski hanya sedetik. "Maafkan aku, Ainun ...." Aku terisak sembari mengantukkan keningku pada dinding kaca yang kusentuh. Sesal yang selama ini berhasil kuredam, kini kembali menyeruak memenuhi seluruh ruang hatiku. "Maafkan aku ...," gumamku lagi dengan lirih dan serak. Hari ini, aku benar-benar merasa gagal. Melihat tubuh Ainun yang terbaring tak berdaya, sebesar apapun penyesalanku, rasanya tetap saja tak berguna.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 286 Times as regretting
Read
+Library
Penyesalan Setelah Poligami

Penyesalan Setelah Poligami

"Astaghfirullah, Indah. Aku tidak mengerti dengan ucapan kamu. Kamu begitu pedulinya dengan ucapan tetangga. Berhentilah bersikap konyol, Indah. Hidupmu tidak akan bahagia jika caramu menjalaninya seperti ini," "Mas, aku tidak peduli. Mau motor baru tapi tidak dengan menjual mobil kamu. Aku nggak mau di hina terus menerus oleh tetanggaku. Aku bosan hidup dalam kekurangan, Mas!" Akram semakin mengepalkan tangannya. Ia sangat kesusahan mengontrol emosinya jika berurusan dengan Indah, tapi percuma juga berdebat dengan Indah yang pemikirannya selalu egois, selalu mementingkan apa kata orang lain. Akram keluar dari kamarnya membiarkan istrinya meraung dengan tangis pilunya, berjalan gontai dan ti
1015.5K viewsOngoingAdded to Library 602 Times as regretting
Read
+Library
Mémoire

Mémoire

Dia meringis merasakan hatinya yang seolah tercabik dan jantungnya yang seolah kehilangan iramanya untuk berdetak, matanya menatap kosong dan nanar. "Sialan, Kau jangan bercanda monkey. Mana bisa aku menjaga semuanya sendirian, bangun sialan! Aku tidak akan bisa tanpamu" Sharon berteriak kencang. Sèanne terisak makin menjadi, dia menangis histeris melihat pria yang selama ini mengisi hidupnya sekarang tak bergerak sama sekali. Rasa bersalah, penyesalan, rasa sakit, rasa takut, rasa kehilangan memenuhi dadanya saat ini.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as regretting
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status