Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RETAK

RETAK

Lalu meneguk jus yang hanya tersisa setengah sampai tandas tak tersisa. Vitaloka membulatkan matanya. Itu gelasnya, masih ada jejak air liurnya dalam gelas itu. Dia mendelik tajam pada Rajaswala. Namun, laki-laki itu tampak santai menuangkan kembali jus jeruk, sampai meneguknya kembali. "Apa lihat-lihat?" Rajaswala sadar bahwa sedari tadi Vitaloka memelotot ke arahnya. Dia menatap Vitaloka dengan penuh tanya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as remains
Read
+Library
MEMORY

MEMORY

Teriak Violet dengan wajah yang kembali berbinar di tambah kedua pipi Violet mengembang seperti roti, Jordan yang melihatnya mencubit pelan pipi Violet. "Aku beliin air dulu, kamu jangan kemana-mana. Oke!" Violet hanya mengangguk tanpa melihat Jordan. Matanya masih terus fokus ke bebek putih yang berenang di tepi danau, ia pun mendekati bebek itu dan memberikan remah-remah roti yang masih di milikinya.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as remains
Read
+Library
SEQUOIA
Read
+Library
NINE

NINE

Memar yang berada di punggung gadis itu. -=9=-
104.6K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as remains
Read
+Library
Unknown

Unknown

tanyaku kesal “Belum tau sih, semoga aja mau hehe”balasnya sambil menyengir kuda. “Udah yok aku anter pulang bentar lagi magrib. Udah nelfon bapak kan kalo kamu pulang telat?” “Belum hehe”sambil beranjak bangun.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as remains
Read
+Library
REFLECTION

REFLECTION

Ia mengecek kembali jawaban yang diberikan oleh cermin itu pada lembaran tugasnya. “Waow, aku pikir mungkin saja ini jawaban asal-asalan, tapi sepertinya ini benar … aku akan memeriksanya.” Seledri lalu menuliskan sebuah operasi penjumlahan sederhana empat tambah dua kali lima. Ia lalu melakukan hal yang sama pada soal itu. Ia menunggu sesaat jawaban yang akan muncul nantinya. Empat belas. Itu adalah jawaban yang tepat.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as remains
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

"Ada apa? Mengapa kau terlihat gelisah?" Caiden memperhatikan mimik wajah Xaviera. Dia sangat mengenal Xaviera dan mengerti kalau Xaviera sulit untuk menyembunyikan ekspresinya. Xaviera masih diam dengan kepala yang tertunduk. Caiden tersenyum tipis, tangannya bergerak menyentuh pipi Xaviera dan mengelusnya dengan lembut.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as remains
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as remains
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status