Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Ia masuk ke rumah, menutup aktivitas hari ini. -To Be continued-
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai remains
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

“Icha, sini hp Mama. Mama mau ngomong sama Mbak-mu.” Icha memberikan ponsel itu pada Mama Mas Wira. Icha kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makannya. Aku sendiri sudah menghabiskan makananku. “Ma, Leya nggak bisa pulang liburan akhir tahun ini. Salam untuk calon adik iparnya Leya ya. Bilangin ke Wira jangan terlalu dingin ke Fita.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai remains
Baca
+Pustaka
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai remains
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Ibu kantin itu bertanya menatap April, memastikan pesanan. “Iya, benar, Bu,” jawab April. Aku hanya memandangi mereka bergantian. Lantas Ibu kantin itu berjalan masuk stand, tidak lama kembali ke meja kami membawakan pesanan es. April dan aku serempak berucap terima kasih, mengangguk. Dua mie instan pakai telur rebus matang dan dua gelas es tea jus. Dalam hati aku menebak kalau tea jus yang dipesan April adalah tea jus rasa lemon.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai remains
Baca
+Pustaka
Home

Home

33 ["Kamu di mana? Kenapa dari kemarin nggak angkat teleponku?!"] Mutia menunduk dalam setelah mendengar bentakan Rey melalui sambungan telepon. Jantung Mutia berdetak begitu kencang akibat rasa takut serta firasat tak enak yang menghampiri. ["Sengaja? Iya? Kamu sengaja kabur supaya setiap hari orang tua kamu telepon aku? Setan!"]
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai remains
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

(flashback off) *** Air mata kembali mengalir di pipi Aluna, kini moment itu tak lagi terasa indah setelah keputusan mereka untuk berpisah. Semua hal-hal manis itu sekarang hanya bisa menjadi kenangan. Aluna kembali melihat ke jari manis tangan kiri nya tempat dimana cincin pemberian Xavier tersemat, ia melepaskan cincin emas dengan permata tersebut dan menaruhnya ke dalam salah satu saku ransel hitam miliknya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai remains
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status