Pelatih Renang Idaman Para Sosialita
“Gue rekam semuanya, Yon.”
Deg!
Jantungku berdetak sekali, keras dan cepat, seolah memukul dari dalam.
“A—apa lo bilang?” ucapku sambil mencondongkan tubuh.
Raka memutar ponselnya sehingga bagian belakang menghadapku. “Dari awal gue udah curiga sama tingkah Bobi. Makanya, sebelum masuk tadi, gue aktifin perekam suara. Dan lo tau? Cowok itu kebanyakan ngomong. Dia sombong banget, Yon. Dia ngerasa seolah dunia ini milik dia.”