Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
I'm The Boss!

I'm The Boss!

Axel memasang tampak sok sedih dan bersalah. "Apa ada yang perlu saya bantu, Tuan? Selama ini memang tuan Vincent sendiri yang mengelola dan merancangnya bersama Anda. Saya pikir Anda mengerti," tanggap pria tersebut. 'Ck! Sialan! Apa dia sedang mengejekku sekarang? Dia tidak suka kalau aku adalah bos yang baru? Dia harus segera disingkirkan,' umpat Axel dalam hati.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as bossy
Read
+Library
Sang Pengawal

Sang Pengawal

Namun ternyata Max berkata lain, ia justru tersenyum dan berkata, “Kau akan membiarkanku hidup? Apa kau pantas untuk bicara seperti ini padaku?” Saat mendengarkan hal ini, raut wajah Boss terlihat semakin suram, ia pun berkata dengan nada tinggi. “Jangan main-main denagnku! Kau kira aku tidak bisa membunuhmu? Hal itu sangat mudah bagiku! Aku hanya butuh tenaga lebih banyak dibandingkan mengerjakan mereka semua!” Max tersenyum dan menjentikkan jarinya. Boss sangat kesal dengan ucapan Max yang terdengar begitu memprovokaso. Ia pun semakin murka dan tidak bisa menahan dirinya untuk menyerang Max.
9.573.2K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as bossy
Read
+Library
Gadis Terabaikan

Gadis Terabaikan

Saya permisi duluan Boss : Mengangguk Ay : Boss ada acara penting disini bos? Delvan tidak mengacuhkan Ay. Sampai Ay mengumpati bos nya dengan kesal Ay : Dasar bos kutub dia yg ngajak pas gue tanya acuh tak acuh dasar badaebah walaupun gerutu Ay kecil namun bisa di dengarkan boss nya Boss: Saya masih busa dengarkan ocehan receh mu itu Ay . Ikuti saja ga usah banyak nanya Ay : Iya bos.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as bossy
Read
+Library
REYGA

REYGA

*** Boss Gue ada misi buat lo! Me Paan? -_ Boss Lo harus jdi bodyguard gue mlm ini! Me Ngapain njir Boss Gue bingung mau ngomong apa aja ntar mlm sama si manda. Me Lo ngajk dia ngedate bos? Boss Iya setan! Boss Kerja lo cuma kayak supir sama selalu sedia on di wa biar gampang gue chat Me Berani bayar berapa? Boss Aman tuh bayarannya
1012.9K viewsCompletedAdded to Library 452 Times as bossy
Read
+Library
My Crazy Boss

My Crazy Boss

Setelah mendengar pertayaan Greace, Aira mulai mencertikan semuanya pada Greace. Aira juga mengeluhkan banyak hal pada sahabatnya itu. "Aira, apa mungkiin bossmu menyukaimu?" tawa keras meluncur dari Aira. Perkataan Greace terdengar sangat konyol. "Hei... Aku bicara serius!" " Aku juga serius, itu tidak mukin. Bossku gila, orang gila akan bertingkah aneh bukan?"
9.621.3K viewsOngoingAdded to Library 597 Times as bossy
Read
+Library
Fated

Fated

Carson mengikuti kami dan duduk di sofa yang berada di seberang sofa tempat kami duduk. “Aku sangat takut. Lihat tanganku sampai gemetaran begini,” kata nenekku sambil menunjukkan kedua tangannya kepadaku. Dia gemetaran seperti sedang tersengat listrik. Bosku menghela nafas dengan wajah khawatir. “Kamu seharusnya tidak berhutang kepada mereka. Aku mengenal bos mereka. Dia adalah orang yang sangat sadis. Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan uangnya kembali. Dia akan memotongmu menjadi potongan-potongan kecil dan memberikannya kepada anjing-anjingnya," katanya sambil menatap ke mataku.
109.2K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as bossy
Read
+Library
Surga Semalam

Surga Semalam

Apakah Lius terpesona oleh wanita ini? "Windy, Bess itu sangat cakap dan merupakan bawahan CEO yang cakap. Saya harap Anda tidak akan memiliki terlalu banyak konflik dengannya." "Sebaiknya kamu katakan padanya untuk tidak memprovokasi saya!" Windy tiba-tiba merasa kesal. Meskipun dia telah melampiaskan amarahnya, dia merasa sedikit dirugikan. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Orang lain mampu, tetapi dia sepertinya tidak memiliki sesuatu untuk ditunjukkan selain memasak.
1052.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as bossy
Read
+Library
Rahasia Gadis Mafia

Rahasia Gadis Mafia

Bigboss memperhatikan mereka tanpa berkedip. "Zaya, harus berapa kali gue ingetin ke elo supaya menahan sedikiiit saja --amarahmu. Oke, semua tau lo hebat, tapi... apakah semua membaik kalo diselesaikan begini?" Bigboss mengusap rambutnya, lalu membuang muka. Raut wajahnya menunjukkan rasa kesal. Mazaya hanya tertunduk menggigit bibirnya yang tipis. Digenggamnya jemarinya erat-erat.
104.8K viewsOn holdAdded to Library 166 Times as bossy
Read
+Library
Istri Kontrak CEO Galak

Istri Kontrak CEO Galak

"Kamu dipecat!" Mata Carla berkedut ketika mendengar suara lantang bosnya. Seminggu, memang waktu yang singkat untuk mengenali kepribadian bosnya. Tapi dalam seminggu Carla sudah hapal kebiasaan bosnya yang sering memakai nada tinggi dan tegas. Seperti saat ini, harusnya Carla sudah terbiasa, lagipula ini bukan yang pertama kalinya ia kena semprot bosnya yang super galak itu, tapi hampir setiap hari atau bahkan setiap waktu ia kena omel atasannya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as bossy
Read
+Library
PREV
123456
...
9

Frequently Asked Questions

Boss toxic yang sombong itu kayanya punya ciri khas yang bikin mata berkedip-kedip—bukan karena kagum, tapi karena kebanyakan geleng kepala. Pertama, mereka suka banget merasa paling benar dan nggak mau denger pendapat orang lain. Udah dateng ke meeting dengan ide bagus? Siap-siap aja ditepis dengan alasan 'saya lebih tau yang terbaik'. Mereka sering nganggep bawahan cuma sebagai extension dari diri mereka sendiri, bukan manusia dengan pemikiran independen.

Kedua, gaya komunikasinya bikin darah tinggi. Bisa marah-marah di depan umum, ngomong dengan nada merendahkan, atau pakai sarkasme yang nggak lucu sama sekali. Kata-kata seperti 'masa gitu aja nggak bisa?' atau 'kerjaannya gampang kok' sering keluar. Mereka juga punya kebiasaan nyelonongin pembicaraan orang lain, seolah waktu mereka lebih berharga dibanding orang lain di ruangan itu.

Yang paling ngeselin, mereka sering main favoritisme. Ada karyawan 'anak emas' yang dikasih privilege khusus, sementara yang lain diperlakukan kayak sampah. Bonus? Promosi? Itu cuma buat orang-orang pilihan mereka. Sisanya bisa kerja keras sepanjang tahun tapi tetep dianggap 'kurang'. Parahnya lagi, mereka jarang ngaku salah—kalau ada masalah, pasti cari kambing hitam. Projek gagal? Pasti salah tim. Untungnya? Pasti karena kepemimpinan mereka yang hebat.

Terakhir, mereka suka narik-narik batasan personal. Email tengah malam? Telepon pas weekend? Dianggap wajar. Liburan? Itu hak prerogatif mereka, tapi kalau bawahan minta cuti, dianggap 'kurang loyal'. Mereka nggak ngerti—atau pura-pura nggak ngerti—kalau manusia butuh work-life balance. Pokoknya, kerja harus jadi prioritas utama, di atas keluarga, kesehatan, bahkan kewarasan diri sendiri. Kalau udah ketemu bos kayak gini, siapin aja mental baja atau sepatu lari buat kabur.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status