Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

ujar Ridwan menunjuk sebuah rumah panggung yang berada di ujung restauran. Untuk mencapai ke rumah itu, Dhea harus melalui saung-saung bambu beratapkan ilalang yang jumlahnya puluhan ini, ada saung khusus untuk keluarga kecil sehingga ukurannya juga kecil, ada yang berukuran sedang dan ada yang berukuran besar dan memanjang, biasanya disewa oleh instansi atau rombongan dari perusahaan atau kelompok tertentu.
9.9270.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Sudah cocok untuk menjadi pengusaha di usia belia. “Aku ingin memproduksi marble cake dan brownies panggang. Bagaimana menurutmu, Az?” “Kenapa tidak. Kita buat packaging semenarik mungkin. Unggah fotonya di F******k dan I*******m. Promosi dengan memberikan give away berupa voucher atau bonus produk setiap pembelian dalam jumlah tertentu. Akan kubawa ke kantin kampus juga untuk dititip di sana. Beberapa teman akan kupaksa untuk beli serta mempromosikannya di akun media sosial mereka. Gampang, Mbak. Mumpung penelitianku sudah selesai dan tinggal menunggu sidang hasil saja. Bagaimana?” Mata Azka begitu berbinar cerah. Lelaki itu tampak sangat bersemangat, seolah ini adalah bisnisnya sendiri. Sa
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara

Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara

Kebetulan pameran itu digelar di pusat perbelanjaan yang dekat dengan rumah kami sehingga aku dan anak-anak iseng-iseng jalan ke sana. Kami tiba di pusat perbelanjaan yang cukup terkenal dan megah itu, baru saja masuk dari pintu utama suasana sudah terlihat meriah dengan dentam musik yang semarak. Ada event yang sedang berlangsung di panggung hiburan. Kali ini banyak sekali outlet cenderamata yang berpartisipasi untuk memasarkan produk mereka di bazar tersebut. Aku dan anakku mampir ke sebuah toko souvenir yang terbuat dari kayu tertarik dengan sebuah patung ukir-ukiran yang ada di sana. Patungnya seperti seorang Dewi yang memegang guci dan terlihat mahal sekali.
9.6176.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
CUCU YANG DIBEDAKAN

CUCU YANG DIBEDAKAN

Masih mending menggunakan payung, itu pun hadiah pemilik toko kelontong tempat ayah bekerja. Aku dan Farah memegang gagang payung bersamaan. Payung yang bertuliskan Mie Anak Mas di atasnya. Ya, memang mungkin hadiah dari salah satu merek jajanan ternama di Indonesia dulu. Ayah mendapatkan itu dari toko kelontong tempat ia bekerja. Jelas berbeda dengan milik teman lainnya, yang kebiasaan bergambar Hello Kitty.
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
MENGEJAR CINTA IDOLA

MENGEJAR CINTA IDOLA

ucap penanggunh jawab acara. "Terima kasih juga kepada pihak sponsor juga pihak perusahaan produksi pakaian dan peralatan outdoor yang memilih perusahaan kami untuk mempromosikan produknya. Acara malam ini adalah penutupan saatnya kita berdoa lalu memulai perjalanan untuk pulang," sambutan dari wakil HN Entertaimen.
9.914.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

Mungkin memang bawaan wajahnya kayak gitu. Aku tak lagi bertanya, karena tanganku bisa merasakan, kalau tangan Mas Mondi menarikku. Kami berjalan dengan tangan bergandengan. "Rumah Pak Sugeng, mana Mas?" tanyaku. "Itu." Mas Mondi menunjuk satu rumah yang meskipun berdinding tepas, tapi sangat bagus. Apalagi di cat plitur. Tempatnya agak sedikit ke belakang.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Suara gamelan itu makin dekat. “Mbakyu, kita lihat, yo. Lucu lho, pangamennya ganteng-ganteng,” ajak Surip Sasawati. We lha, kok gantengnya pengamen yang dinilai. Kalau begini bisa ndrawasi buat generasi muda. Tak urung, Sarni Trilili keluar rumah juga. Menuruti Sasawati. Orang-orang dukuh ‘ex’ sudah keluar semua. Maklum jarang ada tontonan. Film kabe pun boleh dibilang tak pernah berpromosi di sini, tak ayal kalau di daerah ini panen anak balita. Ternyata rombongan itu sudah acting di pelataran rumah Mbah Cengger Wilah. Pekarangannya memang paling luas.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
My Obsessive Lecturer (ID)

My Obsessive Lecturer (ID)

“Nanti tunggu tiga hari, Mbak!” “Oke, Mbak. Nanti informasikan ke saya!” Setelahnya, mereka meninggalkan tempat tersebut menuju tempat pusat souvenir. Di sana mereka melihat banyak souvenir yang lucu-lucu. Ada gantungan kunci, mug, lilin aromaterapi, pulpen, y otros. “Ini, Mbak, souvenirnya!” ucap pelayan. “Mau beli berapa, Mbak?” Vega menyebutkan jumlah yang ia ingin beli.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
Petaka Rumah Bekas Pesugihan

Petaka Rumah Bekas Pesugihan

"Ada. Namun, mungkin agak sedikit sulit karena inti permasalahannya ada dirumah ini. Rumah ini dulu adalah tempat untuk melakukan pesugihan." Deg. Jantung semua orang yang ada disana berdetak sangat kencang. Mereka tak menyangka jika rumah yang mereka huni untuk sementara waktu memiliki history yang cukup menyeramkan. Kejanggalan yang terjadi dirumah ini sudah mulai terkuak.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai rumah payung souvenir & promosi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status