Menerjemahkan lirik lagu seperti 'Sad Song' dari We The Kings itu seperti mencoba menangkap emosi dalam botol—tidak mudah, tapi sangat memuaskan saat berhasil. Aku selalu tertarik dengan nuansa melankolis dalam lagu ini, terutama bagaimana vokal dan liriknya menyatu seperti cerita pendek tentang kehilangan. Versi terjemahanku mungkin tidak literal 100%, tapi aku berusaha menjaga ritme dan perasaan aslinya. Misalnya bagian 'I wanna sing you a sad song, make you cry' kubuat menjadi 'Ku ingin nyanyikan lagu sedih, membuatmu menangis'—sedikit lebih puitis tapi tetap menyentuh.
Bagian favoritku adalah chorus yang repetitif, karena justru di situlah pesan lagu benar-benar menghantam. 'Turn the music up now, drown this out' diubah jadi 'Keraskan musik sekarang, tenggelamkan ini', mencoba mempertahankan energi desperate-nya. Aku juga bermain-main dengan metafora seperti 'broken record' yang kubuat 'rekaman rusak' agar tetap relatable untuk pendengar lokal.