Ifat
“Pipa besi, Bang.”
“Pipa besi? Ukuran berapa?”
“Satu setengah inci.”
“Ck, ck, ck,” Bang Idris berdecak disusul kemudian menggelengkan kepalanya. “Untung saja tidak gepeng badan kamu.”
Aku terkekeh pelan. “Iya, Bang, syukurlah aku masih dikasih umur panjang.”
“Lain kali kalau bekerja harus hati-hati, Fat. Utamakan keselamatan, safety first, nihilkan kecelakaan, zero accident, ingat itu!”
Hot Chapters