Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Bi, kita belum adain pesta penyambutan lahirnya Biru lho.”
Rendra mengerjapkan mata. “Pesta?”
“Iya. Biasanya ‘kan ada acara syukuran, selamatan, atau apa pun namanya. Kita belum ngapa-ngapain.”
Rendra tersenyum. “Oh, boleh Sayang. Nanti aku undang temen kerja aku, ya.”
Dara mengangguk antusias. “Iya! Aku juga mau undang Fanny, Tari, sama tetangga sebelah yang baik-baik.”