Istriku Tua
ujar seraya bersiap menggendongnya.
Fani melambaikan tangannya, memberi isyrat agak aku tetap tenang.
"Mas, te-tetap bahagi-a setelah a-aku per-gi nan-ti. Me-menikahlah dengan Sandra, jadi suami yang baik untuknya serta jadi Papa yang baik bagi Stepy," ucap Fani dengan terbata-bata sambil menggenggam erat tanganku. Napasnya naik turun.
"Iya, Dek. Mas akan lakukan semua katamu," jawabku.