Tilasmat
Rendi hanya mengangguk dan segera melajukan motor trail miliknya dengan kecepatan sedang, membelah padatnya lalu lintas Ibu kota untuk bertemu satu-satunya orang tua yang dia miliki saat ini.
***
Sementara itu di Garut, saat ini Sri tengah kewalahan menangani puluhan santri yang kesurupan. Dadanya bergemuruh marah. Bukan karena kesal dan lelah mengurusi teman-temannya, tetapi karena marah pada orang yang dengan tega menjadikan para santri itu sebagai sasaran.
"Tolong bawa yang sudah sadar ke kobong dua," perintahnya halus pada kedua temannya, Ayu dan Silfi.
Hot Chapters