Bara Dendam Sang Prabu Boko
Ketika Kunara Sancaka mulai asyik menikmati tuaknya yang ketiga —atau mungkin keempat— Sriti, yang merasa Kunara tak lagi mempedulikannya, memulai permainannya dengan Jentera Kenanga, seolah itu adalah latihan rutin bagi jiwa usilnya.
“Waduuh, Kakang Jentera Kenanga ini,” desis Sriti, mendekatkan wajahnya sedikit ke arah Jentera, “Panglima Pasukan Sanditaraparan yang melegenda ini makin ke sini kok makin tampan saja ya? Sampai rasanya pengawal pribadi hamba yang selalu beriringan dengan Kakang Jentera saja terlihat tak ada apa-apanya jika dibandingkan.” Senyumnya dibuat-buat, penuh arti, seolah baru saja menemukan rahasia semesta yang paling menarik. Jentera Kenanga hanya berdehem pelan, waj
Hot Chapters