Munajat Perawan Tua
ucap Dirga mengusap keringat dengan sapu tangannya.
"Eh, aku hanya sedikit shock. Tidak ada bedanya dengan sinetron Ibu di TV saja,"ucapku berdecak sebal menjauhkan wajah dari sana.
"Izin, Ndan. Biar saya saja. Permisi, Mbak,"ucap Sinta mengusap tangan ku dengan minyak kayu putih.
"Lah, kamu dapat darimana?"tanya Aswa heran.
"Aku kan makhluk jompo. Upacara terlalu lama saja bisa membuat pinggang ku nyeri. Jadi, persediaan harus selalu siap dimana dan kapan saja,"ucap Sinta membuatku teringat beberapa karyawan divisi.
Chapitres populaires