SHANIA
Shania kembali menimpali dengan khidmat, "kami juga telah menyewa jasa seorang perawat, untuk memantau kondisi Pak Zidan secara berkala, dan kami berharap, Pak Zidan akan pulih tidak lama lagi."
"Luar biasa!" Adrian berseru takjub, yang sejatinya hanyalah ekspresi terselubung dari kebingungannya karena merasa kehabisan akal. "Anda semua memang orang-orang yang baik. Berhati emas! Tapi Nyonya, em ... " Adrian meremas ujung kain taplak dari sebuah meja kayu di depannya sembari berpikir keras, "saya berpikir sebagai paman dari keponakan saya yang malang itu, em ... akan sangat membahagiakan jika Anda berkenan kembali menjenguknya untuk ... em ... memberinya semangat, Nyonya. Ya! Memberinya sema
Bab Populer