Just Need A Baby
"Arkan, ini aku Sania. Aku yakin kamu tidak menyimpan nomorku. Hari ini kamu kerja gak? Aku mau ketemu untuk beritahu sesuatu."
Kening Aruna berkerut membaca nama perempuan yang baru lagi. Siapa lagi Sania? Setelah Salsa, kemudian Rissa, lalu Vani, sekarang Sania? Wah, ternyata Arkan punya banyak kenalan wanita juga walau sikapnya terlihat cuek begitu ke sekitar.
Setelah membaca isi pesannya, Aruna kembali menaruh ponsel Arkan di atas meja kerja pria itu. Aruna tak ada niatan untuk membalas, karena dia merasa tak berhak untuk melakukannya.