Sentuhan Pria Dewasa
Arkana duduk di kursinya, menatap layar laptop dengan ekspresi datar terlalu tenang untuk disebut normal.
“Narine,” suaranya akhirnya terdengar, rendah tapi menggetarkan udara. “Na ko kamu diem aja daritadi?.”
Narine menegakkan tubuh. “Iya, Pak?”
Arkana menutup laptop perlahan. “Nama lengkapmu Narine Aldira Satya, kan?”
Ia mengangguk pelan. “Iya.”
Arkana menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, nada bicaranya berubah lebih berat. “Kamu pikir saya gak akan tau siapa kamu?"