Suami Perkasa
Hujan turun pelan malam itu, seperti selalu tahu kapan harus jadi latar dari hati yang retak. Sasa berdiri di balkon kecil apartemennya, menggenggam mug cokelat panas yang sudah dingin sejak setengah jam lalu. Zack berdiri di belakangnya, diam. Ia tidak berani menyentuh bahu Sasa yang tegang.
“Aku baru tahu,” suara Sasa pecah di antara rintik. “Kau bekarja untuk wanita itu..Wanita yang kamu cintai dulu... Sukma..,dia wanita pujaan Steve?”