Rumah Tengah Hutan
Tak terbayangkan datangnya kemari
Dia lari lalu berhenti
Memegang tangan merenggut hati
Oh, sudikah sekiranya kau datang
Atau, aku saja yang mendatangimu
Katakan ‘iya’ saat ini padaku
Aku akan mengejarmu
Satu langkah aku menujumu
Dua langkah kau menjauhiku
Sepuluh langkah aku memandangmu
Seratus paku kau tancapkan di hatiku
Tega, kau benar sungguh tega
Dengan apa aku harus mengejarmu?
Bisakah kau berhenti sejenak
Napasku sudah tak lagi sempurna
Telah aku abdikan untukmu
Oh, Malang adalah cerita hedupku
“Selesai!” kata Mei setelah rampung menulis.
“Aku tidak paham sama sekali.”
“Masak? Padahal itu paling sederhana!”
인기 회차