Ada sesuatu yang magis dari cara 'Cinta Aurora' menggambarkan pertemuan dua dunia yang berbeda. Ceritanya berpusat pada Aurora, seorang pelukis jalanan yang hidupnya berubah setelah bertemu dengan Rafli, musisi indie yang sedang mencari inspirasi. Mereka bertemu secara tidak sengaja di sebuah stasiun kereta tua, dan dari situ, hubungan mereka berkembang dengan latar belakang konflik keluarga dan tekanan sosial.
Yang bikin novel ini unik adalah bagaimana penulisnya membangun dinamika karakter. Aurora yang keras kepala tapi rapuh di dalam, kontras banget dengan Rafli yang terlihat santai tapi sebenarnya punya trauma masa kecil. Plot twist di tengah cerita tentang rahasia keluarga Rafli benar-benar bikin aku nggak bisa berhenti baca sampai tamat. Endingnya nggak cliché, lebih ke bittersweet yang realistis, dan itu justru bikin ceritanya lebih memorable.