Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Taubat Sang Pendosa

Taubat Sang Pendosa

Ada sedikit rasa iba di hati, juga banyak pertanyaan mengapa suaminya menikah lagi jika mempunyai istri secantik Sinta? Ah, kaum laki-laki memang buaya. Mata kami tak bisa hanya melihat satu wanita dan tetap akan berkeliaran ke mana-mana. Apalagi suami Sinta berkelimpahan harta sehingga mudah baginya untuk mendua. Astagfirullah, aku mengucap dalam hati. Dia adalah orang yang akan membayar dan memberikan aku uang. Tak pantas aku menghinanya seperti itu. Lalu mengapa aku mengingat Tuhan, jika perbuatan yang akan lakukan ini adalah sebuah dosa besar. Pantaskan aku disebut manusia munafik?
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai sebelas duabelas
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

Nginep. El: Anj!ng. As Rendra yang bilang? Keisha: Nara chat gue. Gue mau nyerah, gue nggak bisa. Enam bulan udah cukup buat gue bertahan. Gapapa 'kan, El? El: Gue nggak mau egois minta lo tetap bertahan sementara kelakuan laki lo kek Dajjal. It’s okay, Kei. Kalau lo udah yakin, gue cuma bisa dukung. Kasih tahu gue, lo butuh bantuan apa?
81.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai sebelas duabelas
Baca
+Pustaka
Setelah Kau Mendua

Setelah Kau Mendua

Trisa tertawa. Brak! Dwita menggebrak meja, membuat semua orang tampak terkejut. “Apa-apaan kamu Dwita!” teriak Dewi. “Memang aku dan Mbak Aira senasib karena sama-sama diselingkuhi. Aku yang diselingkuhi tunangan saja sampai sakit dan masuk rumah sakit. Sedangkan Mbak Aira, diselingkuhi suami, di KDRT, tapi masih tetap sehat. Dia itu perempuan kuat dan hebat.” Dwita berkata dengan berapi-api, ia sudah sangat kesal dengan kelakuan mama dan adiknya itu.
1075.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sebelas duabelas
Baca
+Pustaka
Terjebak Dua Hati

Terjebak Dua Hati

sahut Alana, lebih kepada dirinya sendiri. Kalian saudara. Apa yang kau inginkan? Dasar gadis bodoh. Rutuknya dalam hati. “Jam tangan untuk pasangan ada di sebelah sini,” si pramuniaga kembali memandu mereka. “Ini model terbaru kami. Produk ini yang paling digemari saat ini. Sedangkan yang ini memiliki kelebihan ... ” pramuniaga tersebut menjelaskan keunggulan dari masing-masing produk.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai sebelas duabelas
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

Kali ini aku yang menghela nafas, berduaan dengan orang yang aku suka gagal gara- gara laki- laki ini. “Selamat siang sahabat V FM, panas- panas hari ini ademnya dengerin lagu duet yang bikin adem ni, Obay kasih kusus untuk kalian ya Maudy Ayunda feat David co cekidot.” Suara yang di timbulkan radio mobil, aku menatap Reiki masih fokus menatap jalanan tanpa memperdulikan keterkejutanku yang tiba- tiba radio mobil menyala. Kuhitung detik waktu
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai sebelas duabelas
Baca
+Pustaka
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

"Bagaimana masakanku Sayang? Tumben nggak ada komentar. Biasanya berisik kurang ini dan itu." "Pas." Jawaban Dimas pendek. Segitu saja sudah membuat Humaira senang. Sangat sulit mendapatkan pujian dari Dimas. Laki-laki yang umurnya 20 tahun lebih tua darinya memang cerewet dalam hal selera masakan. Humaira mau menerima lamaran Dimas Husin Pratama karena dia seorang CEO PT. HUSIN PRATAMA yang bergerak di bidang properti. Mereka bertemu saat ada meeting. Humaira yang dulunya bekerja di sebuah anak cabang dari PT. HUSIN PRATAMA. Dimas terpesona oleh kecantikan Humaira yang berkulit putih kemerahan, tinggi semampai, dan berambut panjang bergelombang. Meskipun terpaut 20 tahun, namun Humaira teta
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sebelas duabelas
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

[“Iya, Sayang. Dua hari lagi, insyaallah Mas akan segera menyusul kamu ke sana, Dek. Setelah dari Dubai, kita nanti mampir ke Turki berkunjung ke rumah Abi dan juga Umi.” [“Belum, Mas belum ke rumah Jihan. Semoga semuanya baik-baik saja, kamu enggak usah khawatir, Dek. Jihan di sana enggak sendirian, di rumahnya ada para satpam dan Mbok Yati yang selalu setia di sampingnya.”] “....” [“Miss you too, Bidadari. Wa ‘alaikumus-salam.”]
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai sebelas duabelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status