Duka Cita
“Mau apa kamu, Mas.”
Cita meraih tas yang tergeletak di sebelahnya. Mencari ujung resleting dalam gelap, tremor, panik dan mulai frustasi karena tidak kunjung menemukan ujungnya. Melihat langkah pelan Pandu, tetapi terus mendekat, Cita beringsut mundur dan berusaha bangkit dalam gelap.
“Kamu masih istriku, kan?” Pandu merampas tas yang baru saja dibuka oleh Cita, lalu melemparnya ke sembarang arah. “Sudah waktunya, aku minta hakku sebagai seorang suami.”
Bab Populer