Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Tak Direstui, Tetapi Memang Tak Berniat Menikah

Bukan Tak Direstui, Tetapi Memang Tak Berniat Menikah

Pada tahun keempat pertunangannya dengan Matthew, Yessy tetap belum bisa menikah dengannya. Hal itu karena Keluarga Handoko telah menjadi tentara selama tiga generasi, sehingga pernikahan harus mendapat persetujuan dari panglima. Namun setiap tahun, permohonan pernikahan mereka selalu tidak disetujui. Hingga pada tahun keempat, Yessy melihat dengan mata kepalanya sendiri, Matthew mengubah hasil permohonan pernikahan. Dia baru tahu, ternyata Matthew tidak pernah berniat menikahinya.
994 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Skandal Terlarang: Penghangat Ranjang Suami Tante

Skandal Terlarang: Penghangat Ranjang Suami Tante

Queen Fiore Wijaya mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan gelar sebagai violinist muda terbaik. Seolah belum cukup, keluarga Wijaya ikut membuangnya. Fiore ternyata bukan anak kandung pasangan Wijaya. Posisinya sudah digantikan oleh Reina. Fiore yang tidak memiliki apa pun, mencoba bertahan. Ia melihat satu kesempatan pada Ethan, suami tantenya sendiri. “Oom tega liat aku tidur di jalanan?” Fiore mengambil alih ranjang Ethan.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku

Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku

Selama lima tahun menikah, Aster tidak pernah mendaftarkan pernikahan dengan Selene secara resmi. Dia selalu bilang perusahaan terlalu sibuk, tidak ada waktu, daftar atau tidak juga sama saja. Selene percaya begitu saja. Sampai hari ini .... Dia melihat dengan mata kepala sendiri Aster keluar dari kantor catatan sipil bersama kakaknya yang menghilang lima tahun! Mata Stella memerah saat dia menerjang ke pelukan Aster, tangannya menggenggam erat akta nikah menyilaukan itu. "Aster, waktu itu aku memang salah karena kabur dari pernikahan ...." Suara Stella tercekat. "Aku tahu kali ini kamu setuju menikah denganku juga karena aku kena kanker, tapi aku tetap ingin tanya .... Selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan jatuh cinta pada Selene?"
1.3K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
PESONA KAKA IPAR

PESONA KAKA IPAR

“Dia bukan sekadar kakak ipar…” Langkahnya tenang, tatapannya penuh percaya diri. Selalu datang dengan senyum tipis yang bikin dunia tiba-tiba jadi sunyi. Bicaranya santai, tapi setiap kata bisa bikin dada bergetar.   Di balik sosok dewasa dan bertanggung jawab, ada sisi hangat yang diam-diam membuat nyaman. Dia tahu kapan harus bercanda, kapan harus serius — dan entah kenapa, selalu berhasil bikin kamu merasa dilihat… lebih dari sekadar adik.   Dia tidak pernah menggoda dengan kata-kata. Tapi cara dia memanggil namamu… cara dia menepuk kepala saat kamu sedang lelah… cara dia menyapamu lebih dulu sebelum menyapa istrinya — itu semua cukup untuk membuat imanmu goyah.   Karena kadang, godaan terbesar… datang dari yang tidak pernah berniat menggoda.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Genap 100 kali

Genap 100 kali

Setiap suamiku pergi menemani teman wanita masa kecilnya yang mengidap penyakit kronis, dia secara tidak langsung selalu bertanya dengan maksud apakah aku bersedia bercerai. Itu karena keinginan terakhir temannya tersebut adalah ingin menjadi seorang istri sebelum meninggal. Hari ini, lagi-lagi suamiku memberi isyarat semacam itu. Aku tidak menangis, tidak marah, yang keluar dari mulutku hanyalah nada tenang, menjawab dengan kata, “Baiklah.” Karena percakapan tentang hal ini sudah disinggung sebanyak 99 kali. Dan hari ini adalah yang ke-100 kalinya. Aku akhirnya juga menemukan alasan dan mendapatkan keyakinan untuk bercerai. Bayi kita ... sudah keguguran. Sekarang, dalam hubunganku dengan dia, hanya tersisa dua lembar tipis dari akta nikah.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Selamat Tinggal Janji Delapan Tahun

Selamat Tinggal Janji Delapan Tahun

Di pernikahan sahabatku, buket bunga itu sempat direbut oleh seorang gadis, tapi kemudian tak sengaja jatuh ke pelukanku. Sahabatku, Shofia Lahda, langsung memberiku selamat, "Andin, pengantin selanjutnya giliran kamu ya." Para tamu pun secara serempak menoleh ke arah pria yang sudah kupacari selama delapan tahun, CEO Grup Argam, Lukas Argam. Namun, dia justru mengambil paksa buket itu dari tanganku dengan tenang, lalu memberikannya begitu saja kepada gadis di sampingku yang juga sekretarisnya, Terry. "Tadi orang lain yang dapat duluan." Dia mengusap rambutku dengan suara yang begitu lembut, "Nurut ya, balikin dulu ke Terry Gisela, kita udah sepakat nunggu kesempatan berikutnya." Lampu sorot dan tatapan para tamu pun mengikuti arah bunga itu, berpindah sepenuhnya kepada Terry. Aku menatap ekspresi Terry yang tampak terkejut sekaligus malu-malu, lalu mengelus perutku sambil tersenyum pahit. Lukas tidak tahu, kali ini tidak akan ada kesempatan berikutnya. Janji delapan tahun sudah terpenuhi, tapi kami tetap tidak kunjung melangkah ke jenjang pernikahan. Aku sudah menyanggupi permintaan orang tuaku yang merupakan anggota keluarga kerajaan, minggu depan aku akan pergi meninggalkan tempat ini untuk kembali ke Eropa dan mewarisi bisnis keluarga.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan

Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan

Sahabat kecil suamiku mengidap penyakit parah. Demi agar dia bisa merasakan kehangatan keluarga dan tidak meninggalkan rasa penyesalan nantinya, suamiku memberikan kalungku kepadanya dan pergi bersamanya di hari ulang tahunku. Anakku bahkan diangkat jadi anak angkatnya. Dia bilang, “Dian, Lisa sudah mau meninggal, mengalah saja padanya.” Setiap kali aku meminta waktu dan perhatian mereka, anakku akan membantu ayahnya bicara. “Bu, bukankah ibu selalu mengajarkanku agar berjiwa besar? Tante Lisa sudah mau meninggal, kenapa Ibu terus mengganggunya?” Lama kelamaan, aku tidak lagi meminta apapun dari mereka. Suatu malam, aku mendengar pembicaraan putraku dengan ayahnya, “Tante Lisa sangat lembut dan anggun! Alangkah bagusnya jika Ibu bisa seperti dia!” Harris tertawa dan dengan lembut mengusap kepala putra kami. “Meski ibumu agak keras, tapi semua ini dilakukan demi kebaikanmu. Kalau kamu begitu menyukai Tante Lisa, biar dia menjadi Ibu angkatmu saja, oke?” Ternyata, anak yang kulahirkan dengan susah payah tidak menyukaiku. Aku menundukkan kepalaku, lalu diam-diam menutup pintu kamar dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Karena mereka berdua tidak menyukaiku, jadi aku diam-diam pergi meninggalkan mereka.
8.8K viewsCompletedAdded to Library 341 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Pewaris yang Kubawa Pergi

Pewaris yang Kubawa Pergi

Sudah delapan tahun aku menikah. Aku menerima warisan bernilai ratusan triliun yang kakek tinggalkan untukku dan suamiku, seorang kepala mafia. Ketika pengacara melakukan proses serah terima, dia malah menemukan buku nikahku palsu. Warisan ratusan miliar itu pun jatuh hanya padaku seorang diri. "Nona Yura, sistem menunjukkan Anda sudah bercerai sejak setahun lalu. Suami Anda, Pak Tommy, sekarang istri sahnya adalah Merry." "Sekarang Anda berstatus lajang." "Dengan begitu, Pak Tommy tidak berhak atas warisan ini." Merry adalah cinta lama Tommy, perempuan yang dulu pergi ke luar negeri. Aku sempat tidak rela saat melihat pesan dari pengacara. Ternyata kasih sayang dan perhatian Tommy selama ini hanyalah kebohongan. Awalnya aku sudah menyiapkan kejutan di hari peringatan pernikahan kami. Aku ingin memberitahunya bahwa aku hamil. Itu kabar yang kami tunggu selama delapan tahun. Tapi sekarang aku sadar, mungkin sebenarnya dia tidak pernah menantikannya. Aku mengusap perutku dan berpikir dalam hati. Meski anak kembarku lahir tanpa ayah, tetap tidak masalah. Aku hanya harus pergi dari tempat yang penuh kebohongan ini.
35.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

"Tante, aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku bersedia meninggalkan Keluarga Buwono dan pergi ke luar negeri untuk tinggal bersamamu." Di ujung telepon, suara Tante terdengar sangat gembira, memberikan nasihat dengan tulus. "Baiklah, Kania, aku akan segera mengurus visamu. Mungkin butuh makan waktu sekitar satu bulan. Manfaatkan waktu ini untuk berkumpul dengan teman-teman dan rekan-rekanmu, karena setelah menetap di Zelandia, kalian mungkin akan sulit bertemu. Jadi, gunakan kesempatan ini untuk mengobrol dan berpamitan dengan baik." "Terutama dengan om kamu. Dia telah membesarkanmu dengan penuh kasih sayang. Kebaikan dan pengorbanannya nggak akan pernah bisa dilupakan. Kamu harus benar-benar berterima kasih padanya." Kania mengangguk pelan beberapa kali. Setelah menutup telepon, dia bangkit dan berjalan dari balkon kembali ke ruang tamu, tanpa sadar menatap foto yang terpajang di atas meja.
26.8K viewsCompletedAdded to Library 830 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
Kau Bukanlah Mempelai Pengantin Prianya!

Kau Bukanlah Mempelai Pengantin Prianya!

Tiga hari sebelum pernikahanku, Angga membatalkannya untuk yang ke lima puluh dua kalinya. Dia datang ke rumah mode di Paleris untuk menyetujui bordiran lambang pada gaun pengantinku, tetapi begitu aku melangkah keluar dari tirai ruang ganti, dia langsung mengambil sarung pistol dan radionya. “Bajingan Torino itu menghancurkan kebun anggur Bella, mereka mengepung perkebunannya. Luna ketakutan, jadi aku harus pergi sekarang. Pernikahannya kita tunda.” Dulu, aku pasti akan menghentikannya dan menuntut jawaban siapa yang lebih penting baginya, aku atau Bella. Kali ini, aku hanya membiarkannya saja. Tiga puluh menit kemudian, Bella mengunggah momen di media sosialnya: [Kaulah satu-satunya tempat berlindung bagiku dan putriku.] Foto itu menunjukkan gambar Angga yang sedang memeluk Bella erat-erat, dengan Luna di gendongannya dan memanggilnya papa. Mereka tampak seperti sebuah keluarga sungguhan. Orang tuaku menghela napas. “Sephia, apa pernikahanmu kali ini dibatalkan lagi? Kita sudah mengirim undangan ke setiap keluarga ternama di kota ini. Bagaimana dampaknya nanti terhadap kehormatan Keluarga Bundari?” Aku menggelengkan kepala, lalu mengetuk undangan cadangan. "Pernikahan ini tetap berjalan. Tiga hari lagi, aku akan tetap menjadi pengantin. Hanya saja, bukan dengan Angga."
7.8K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as selimut tipis tapi hangat
Read
+Library
PREV
1
...
1112131415
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status