Rotate
Seharusnya tadi aku datang lebih lambat, desahku dalam hati.
“Kau tahu sejak tadi Lexa melihat kearah manusia itu, apa yang spesial dari manusia sepertinya?” kata siren didepanku, saling berbisik satu sama lain.
Awalnya aku tak begitu peduli dengan percakapan mereka, tapi kata kata manusia membuatku sensitif. Lexa? Siapa itu? Bukankah para budak tak memiliki nama?, Mataku kini mengarah ke tempat dimana dua siren itu melihat. Seorang gadis siren yang menjadi artis The Strary itu sedang duduk dengan nampan kaca miliknya, lengkap dengan lauk pauk yang bergizi. Tapi anehnya mata biru seindah lautan itu tak memandang ke arah makanan yang disuapkannya ke mulut melainkan ke arah seorang laki laki d
Sikat na Kabanata