Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
"Sari bilang Sanjaya itu seniornya. Dia sangat teliti dan, yang paling penting, sangat privat. Pasiennya kebanyakan selebriti dan pejabat yang butuh kerahasiaan tinggi. Cocok untuk kita, kan? Mengingat posisimu sekarang sebagai CEO perusahaan teknologi yang sedang naik daun, kita butuh privasi."
Alasan "privasi" itu terdengar masuk akal di permukaan, tetapi bagi Arka, itu adalah kode merah. Privasi bagi Clara berarti tempat yang aman untuk menyembunyikan kebusukan.
"Baiklah kalau itu kata Sari," Arka tersenyum, mengelus lutut Clara. "Aku percaya pada penilaian temanmu itu."
Clara menghela napas lega, ketegangan di bahunya sedikit menurun. Dia mengira Arka sudah termakan umpannya.