Suami Perkasa
Edgar berhenti di depan meja, memandangi potongan melon berbentuk hati dan stroberi yang disusun berlapis.
“Marni… kamu sendiri yang ngelakuin ini semua?” tanyanya, nada suaranya antara kagum dan curiga.
Marni, yang sedang duduk santai di sofa sambil ngemil keripik singkong, menoleh santai.
“Iya dong, Tuan. Saya kan pembantu serba bisa. Dari kecil udah biasa nyapu, ngepel, sampai potong buah.”