BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN
Akupun di ajak oleh Apak untuk berkenalan dan berbincang dengan calon mertua yang ternyata baru datang dari jauh, pantaslah aku baru dikenalnya.
Penutupan musyawarah di akhiri dengan makan-makan bersama. Aku tidak berselera makan atau pun minum, memikirkan nasib Putri istri pertamaku saja sudah pusing.
Apa yang harus aku katakan kepada Putri, dan apa alasannya nanti. Kepalaku berdenyut sakit sekali rasanya.
Saat di perjalanan, Apak meminta aku memberikan mas kawin yang sangat bagus dan mewah. Amak pun memberi usulan untuk memesan satu set perhiasan, yang bertuliskan nama calon yang belum ku lihat itu.