Istana Yang Ternoda
Tak lama, Tante Vita datang membawakan sepiring potongan buah segar—pepaya, melon, dan semangka yang sudah ditata cantik.
Aroma buah segar segera memenuhi ruangan.
“Nak, istirahat sebentar. Kamu dari tadi serius banget lihat katalog,” ucap Tante Vita sambil meletakkan piring buah di meja.
“Bu, makasih banyak.” Kania tersenyum hangat.
Tante Vita duduk di sebelah Kania, menepuk lembut punggung menantunya itu.
Bab Populer