Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Ternyata pria itu melihatnya. “Anda mengatakannya seperti sudah sering melihat saya seperti itu,” selidik Lian. Padahal ini baru pertama kalinya mereka berbincang selain pada saat rapat membahas proyek. “Lalu, apa yang membuatmu memandangi hujan sambil memasang wajah seperti itu? Apa kau tipe orang yang menyukai hujan?” “Saya tidak suka hujan. Tapi saya suka baunya karena bisa menjernihkan pikiran saya,” bantah Lian.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai seperti pelangi
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap, Sayang

Ah! Mantap, Sayang

“Bersikap seperti apa memangnya? Kurasa, aku baik-baik saja.” “Kau tahu? Kau itu mirip dengan bunglon.” Hazel menghela napas pendek. “Kau berubah-ubah tanpa bisa kutebak. Kau—” “Hei, hei, hei. Wait!” Setelah menyela cepat, Hexa mendengus hambar, sebuah tawa sarkas lolos dari bibirnya. “Justru kau yang seperti bunglon! Sebentar-sebentar kau terlihat genit, lalu manja, setelahnya menggoda seolah kau pemenang kendali. Tapi lihat sekarang, kau mendadak terlihat sangat lemah dan rapuh.”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai seperti pelangi
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

“Kenapa, Bi? Kok ada hikmahnya?” “Biasanya kalau habis badai besar begini, pagi-pagi begini muncul pelangi di balik bukit pinus itu, Neng. Indah sekali, warnanya ramai dan cantik,” cerita Bi Aam dengan mata berbinar. Mendengar kata pelangi, mata Meysa langsung berbinar. Sebagai penulis roman, ia selalu lemah dengan hal-hal estetis dan puitis seperti pelangi. “Beneran, Bi? Di mana munculnya?”
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai seperti pelangi
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Di atas sana, pelangi membentang sempurna di langit biru, warnanya memantul di kaca jendela toko dan wajah mereka bertiga. Aisyah menatap pelangi itu lama, lalu berbisik pelan. “Mas, dulu aku selalu pikir pelangi itu cuma muncul setelah badai berhenti. Tapi sekarang aku sadar, pelangi itu muncul karena ada cahaya yang berani nyentuh sisa hujan.” Arga menatapnya dengan mata lembut. “Kamu cahaya itu, Yah.”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai seperti pelangi
Baca
+Pustaka
Cinta Memang Begitu

Cinta Memang Begitu

"Dia cuma punya masalah di mata, bukan buta total. Kenapa harus terus-menerus mengalah padanya?" Kepala sekolah menepuk kening Nathan, memperingatkannya agar lebih hati-hati dalam bicara. Setelah itu, beliau memelukku erat seperti seorang ibu dan mengelus punggungku dengan lembut. "Kalau begitu, mulai sekarang kamu jadi anak angkatku saja. Anak baik sepertimu, kalau mereka menolakmu, aku yang akan menerimamu."
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai seperti pelangi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status