Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota
Yang ada hanyalah hamparan gelap yang terasa seperti selimut besar yang diletakkan dengan hati-hati, dan di atasnya langit membuka dirinya selebar-lebarnya.
Bintang. Ribuan, jutaan, tidak terhitung.
Bukan bintang seperti yang terlihat dari kota yang selalu terhalang polusi cahaya dan kabut yang tidak pernah benar-benar pergi.
Ini bintang yang berbeda. Lebih terang, lebih dekat, lebih hidup, seperti api-api kecil yang masing-masing punya keputusan tersendiri untuk menyala.
Ryan dan Aira berbaring di atas rumput, kepala bertumpu pada telapak tangan masing-masing, menatap ke atas tanpa bergerak.
Hot Chapters