Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Serpihan Kenangan

Serpihan Kenangan

Semua itu atas keinginanku, karena aku sangat tidak suka berada di tempat terlalu berisik atau ramai. Sedari tadi aku dapat mendengar samar-samar deburan ombak seiring mengitari bukit-bukit di sekitar. Andai saja sekarang tidak segelap ini, maka aku mungkin sudah dapat melihat bagaimana keindahan begitu asri dari sekelilingku.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
Menantu Bungsu Keluarga Ramanda

Menantu Bungsu Keluarga Ramanda

Septian berdiri tepat di dekat Sarah. Diam-diam dia menghidu aroma wangi tubuh Sarah yang baru saja mandi. Sarah tidak sadar, dia masih sibuk melihat Randu dan Sintya berdebat di bawah sana. “Dimana kak Sella?” Ia menoleh ke belakang. Buru-buru Septian bersikap biasa lagi. “Joging.” “Oh.” Sarah hendak kembali ke kamarnya. “Mau kemana?” Tanya Septian.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Dia pun sewaktu mau mengungkapkan selalu ingat pepatah: kalau tidak ada rotan, akar pun jadi. Bising kendaraan makin merajalela, jalanan di sore hari tampak semakin ramai. Mungkin, efek pulang kerja dan orang-orang yang mau kulineran. Banyak gerobak-gerobak yang ada di pinggir jalan sudah membuka dagangannya. Aktivitas di pinggir jalanan pun tampak sangat meriah dengan lampu-lampu yang menggantung di gerobak-gerobak pedagang kaki lima. Ani masih terpaku di depan Riki, seolah-olah kakinya benar-benar menempel dengan batako yang menjadi penutup tanah. Dia kadang menunduk dan membenarkan hijab yang terkena angin. Kadang juga melemparkan senyum. Namun, dia belum mampu untuk memberikan jawaban ha
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status