Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

Danu kembali melajukan kendaraan roda empat berwarna putih, melanjutkan perjalanan pulang mereka. "Nu, gue laper," ucap Roby memegangi perutnya di tengah-tengah perjalanan. "Sama gue juga, laper, capek, pusing. Mana udah mau magrib ini, paling kita nyampe rumah pas adzan Isya' nanti," balas Danu. "Tuh, suara panggilan sholat dah berkumandang," timpal Aryo. "Kayaknya masjid dekat dari sini. Speakernya aja keras, Nu," lanjut Aryo.
105.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Udara malam yang beradu dengan detak jam dikesunyian, membuat suasana makin terasa sunyi. Sunyi dan sepi, dua kata yang begitu akrab dengan hari-harinya. Apalagi setelah pulang kerja, Aksara jarang kemana-mana dan lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar apartemen yang disewanya. Kesunyian itu begitu sempurna.
1040.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Darma menatap piring itu beberapa detik lalu akhirnya ikut duduk lebih santai. Siang itu di tengah panas, keramaian, dan suara kendaraan empat orang rank S yang harusnya jadi ancaman besar justru lagi ribut kecil. Di depan lapak ketoprak. Malam itu jalanan sudah sepi.
10886 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Raja Gren mengerahkan Same dan Subaru untuk mengatasi misi itu. Same melambai tangan, mengucapkan selamat tinggal, lalu Same melesat cepat. Aku pikir dia menghilang, tetapi Rai menggeleng, dia menjelaskan kalau Same berlari, lihat saja, daun-daun di tanah berterbangan terkena hembusan angin dari Same. Pasar merupakan pusat kota Seed, tempat paling ramai di kota ini, buka 24 jam tanpa sepi. Para penduduk kota Seed bermata pencaharian sebagai perdagang.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
TERBANGUN DALAM PELUKAN PRESDIR

TERBANGUN DALAM PELUKAN PRESDIR

"Wii, gede dong endorsannya." "Ya lumayan lah Cil buat bekal Raja Ampat kali ya Cil…" Seana tertawa sembari memperbesar volume lagu. Mata Seana tertuju ke depan. Ya, tinggal di Jogja sepertinya lebih menenangkan, tidak ada suara klakson saat lampu merah, tertib, tenang dan semua orang kalem di lampu merah. Kalau, perkara salip-menyalip memang itu ada.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
KSATRIA API PHOENIX

KSATRIA API PHOENIX

Kerumunan orang memenuhi jalanan berliku, penuh warna dan aroma rempah yang khas, campuran dari buah segar, daging panggang, dan asap dupa. Ezio yang belum terbiasa dengan hiruk-pikuk kota besar itu memperhatikan semua detil dengan saksama. Keinginannya untuk tetap tak mencolok membuatnya menundukkan kepala dan melangkah cepat menyusuri lorong pasar. Namun hati Ezio tetap waspada, karena instingnya sudah sejak lama mengingatkan bahwa di dunia ini ada banyak bahaya yang tersembunyi di balik tawa dan obrolan ringan.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Tapi yang terlihat hanya lautan kepala orang. "di mana dia?" Arga semakin khawatir. Keramaian di pusat kota malam itu benar-benar di luar dugaan. Jalan-jalan dipenuhi orang-orang yang berdesakan, aroma makanan dari kios-kios berterbangan di udara, bercampur dengan suara tawa anak-anak dan pedagang yang berteriak menawarkan dagangan mereka. Lampu-lampu warna-warni berkelip di sepanjang jalan, menambah riuh suasana menjelang pertunjukan kembang api.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Sepi, adalah sebuah rasa dalam hati manusia. Tuhan, kenapa Engkau ciptakan kesepian dalam hidup ini? Kenapa Kau ciptakan kesepian genap dengan rasa menyakitkan seperti ini. Mungkin inilah alasan manusia mencari kebahagiaan fatamorgana, karena merasa sepi dalam hidup. Banyak manusia mencari bahagia karena sebuah tipuan yang akan membawa kehancuran. Apakah bahagia ada dalam ramainya malam ini? Sebenarnya ada. Tergantung diriku bisa mengambilnya atau tidak.
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

kata-kata yang hanya terlintas dalam benak tanpa pernah di ungkapkan secara jelas. [POV Alana] “Jika kamu terus membantuku meraih impianku, kapan aku akan melupakanmu? Sosok pangeranku?” Bisik Alana dalam hatinya Mengusir sepi itu tidaklah mudah. Berada di tengah keramaian bukan berarti kita tidak merasakan sepi. Bahkan tidak sedikit orang yang merasakan kesepian ditengah keramaian, karena tidak sedang bersama orang yang disayanginya.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

SIDE OF NEVANDRA ‘Aaaagghh’ Suara seorang perempuan bisa kami dengar dari dalam ruang Osis, kegiatan rapat yang sedang berlangsung sedikit gaduh karena suasana di luar sana, tanpa sadar kami semua berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Aku tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi karena di lapangan sudah sangat ramai dengan semua siswa membentuk lingkaran.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai sepi dalam keramaian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status