Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

'Semangat' satu kata yang hanya bisa ia ucapkan dalam hati. Baru saja ia akan keluar dari kamar mandi ia mendengar suara laki-laki tengah berbincang riang dengan seseorang berjalan melalui kamar mandi. Kanza keluar ketika suara familiar itu menjauh, ia menoleh melihat dua sejoli yang tampak serasi itu berjalan menuju entah ke mana. Jika dikaitkan dengan rumor yang ada, dirinya memang mungkin pantas di cap sebagai 'pencari perhatian' atau 'pencari muka'. Karena pada dasarnya, Kanza tidak sebanding dengannya, terutama mereka.
109.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 297 Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
Surga Semalam

Surga Semalam

Celine jadi sangat kaget saat melihat keluar di balik jendela kaca restoran karena di luar sana ada ada sekumpulan orang yang membawa lampu-lampu yang berbentuk huruf dan huruf itu cuma mengandung 2 kata yaitu "marry me" Di sepanjang jendela restoran ada barisan manusia yang memakai spanduk panjang dengan tulisan " Marry Me" Ada empat baris manusia yang membawa spanduk dan juga lampu yang bertuliskan "marry me" dan ini terlihat sangat elegan dan sangat bermakna bagi Celine. "Kapan kamu melakukan ini semua?" tanya Celine sambil mengalihkan pandangannya ke arah Jason.
1052.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Pria itu tampak santai sekali, sedang wanita yang tampak berumur 40 tahunan itu kembali berucap, "Aden cepat masuk! Di luar angin, tak baik untuk kesehatan aden." Zavier menggeleng kecil. "Udah biasa, Bi. Gak usah khawatir kayak gitu lah," ucapnya kemudian melenggang pergi. Namun, langkahnya terhenti saat teringat sesuatu, sampai ia kembali berbalik dan berbisik pada wanita tersebut. "Oh iya , di belakang ada perempuan, Zavier harap Bi Hawa gak buat dia jantungan," ucapnya setelah itu masuk ke dalam.
103.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 149 Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

"Boleh juga! Dekat pula tempatnya! Ayo, kamu siap-siap! Kita ke sana sekarang!" **** Walau akhir pekan biasanya jalan menuju alun-alun kota sering terjadi macet, tak menyurutkan niat mereka untuk pergi ke sana. Apalagi, banyak yang mengatakan di alun-alun sedang ada pameran. Ratusan bahkan ribuan manusia memadati area alun-alun kota di mana tempat Rani tinggal. "Rame banget, ya, Mas!"
104.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 179 Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
Habis Manis Sepah Dibuang

Habis Manis Sepah Dibuang

Suara yang barang yang jatuh ke lantai segera menarik perhatian semua orang. “Lihat! Isinya cuma sampah! Aku nggak mau lagi!” kataku sambil menendang kotak itu. Kemudian, aku mengacungkan jari tengahku ke hadapan Michael dan melanjutkan, “Michael, ingat baik-baik penghinaan yang kamu berikan padaku hari ini!” Seusai berbicara, aku langsung menekan tombol lift dan berjalan pergi. Sementara itu, sudut mulut Michael terlihat berkedut dan ekspresinya sangat suram.
7.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 268 Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
Sukses setelah ditalak Tiga

Sukses setelah ditalak Tiga

Ines kembali menyuapi sambil berjalan santai memutari area pasar malam yang sangat luas. Kemal merangkul bahu Ines mendadak, Ines hanya bisa mendongak lalu tersenyum sambil menyuapi Kemal lagi. "Gue suka keramaian kayak gini, Mal, merakyat." Kemal tersenyum tipis.
1028.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
Bukan yang Pertama

Bukan yang Pertama

"Kenapa?" "Karena Ina gak suka keramaian, gak suka bertemu orang terlalu banyak, dan gak suka kebisingan. Jadi, kalau boleh, buat yang sederhana aja, ya? Cukup dihadiri orang-orang rumah ini, Mbak Rara beserta keluarganya. dan beberapa teman Mas. Gimana?" terang Ina panjang lebar membuat Sean berpikir cukup lama di tempatnya.
1023.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 854 Beses bilang sepi dalam keramaian
Ipakita ang mga Review (12)
Read
+Library
Herni
Bukan Yang Pertama awal baca cerita ini asli mengsedih,,jd inget kejadian VA kmrn... cerita Ina ini mmg kerap x terjadi di lingkungan sekitar kita,,miris sekali,karna terpaksa org ga punya mesti pinjem ke lintah darat,,moga jd pelajaran bt kita agar segimanapu mendesaknya jgn sampe pinjem ksna.
Momi Kafa
cerita judul bukan yang pertama ,bener-bener sesuai dengan isi ceritanya, nyesek dimana Ina dengan keadaan yang serba kesulitan dalam status sosial ekonominya.dan sebagai yatim ina harus di jodohkan dengan sean,yg statusnya adalah duda.demi rasa bersalah nyonya sulis terhdp ina.semoga ina bisa tabah
Basahin ang Lahat ng Review
Dokterku Pemburu Roh

Dokterku Pemburu Roh

Di pagi yang sangat cerah itu, Sera sesekali melihat beberapa orang berkeliling sambil membawa hewan peliharaannya serta keramaian yang tiba-tiba datang dari arah belakangnya. Keramaian itu mendorongnya menuju ke kota yang cukup padat dengan suara klakson berbunyi di mana-mana serta suara keributan orang-orang yang sedang menelpon di pinggir jalan. "Per …Permisi saya mau lewat!" ucapnya. Ia terdesak hingga akhirnya ia masuk ke gang sepi yang dipenuhi dengan tumpukan sampah. Sera melihat petanya kembali lalu masuk ke gang lebih dalam lagi,
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Rai mulai merasakan ketakutan, mulai membaca doa di dalam hati, meminta keselamatan dari-Nya, ketika dia akhirnya menyadari sesuatu. Ternyata, sejak mulai masuk ke keramaian ini, Rai gak mendengar suara-suara mereka, walaupun kelihatan berbicara satu dengan lainnya. Rai tetap merasakan sepi dan hening padahal sedang berada di tempat ramai. Dan juga, sepertinya mereka gak menyadari akan kehadiran Rai, lalu lalang tanpa melihat kalau Rai ada di antara mereka. Aneh yang menakutkan..
8.314.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 466 Beses bilang sepi dalam keramaian
Read
+Library
Hero Gladiolus and The Gate of Gardraff

Hero Gladiolus and The Gate of Gardraff

Namun, saat kebosanan mencapai puncak, beberapa orang di antara mereka diam-diam pergi ke pusat kota karena rindu pada suasana keramaian di sana. “Hero, kenapa berhenti?” tanya Seema ketika melihat Hero tertinggal di tengah-tengah pusat perbelanjaan kota. “Seema, Leander ... ayo, ikut aku!” ajak Hero kemudian menjauh dari keramaian. “Aku merasakan keberadaan aura itu lagi,” ucap Hero dan mengingatkan kedua temannya pada pertarungan Dryas melawan Helldan.
1011.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 446 Beses bilang sepi dalam keramaian
Ipakita ang mga Review (41)
Read
+Library
Rai Seika
Wah keren nih cerita fantasi ^^v zero to hero kukira ungkapan ternyata namanya berubah dari Zero menjadi Hero. Ayo Hero jadilah Hero yang sesungguhnya. pindah dunia ya menarik. salam dari Crystal of Soul : Twins
Akrislee
lebih suka cerita yang genrenya high fantasy kayak gini, setidaknya semakin Banyak penulis yang mampu mendongeng kayaknya JRR Tolkien atau CS Lewis. tips aja tingkatin mendeskripsikan dng detail benda,penampilan karakter, atau latar tempat, misal bangunan jalan setapak, suangi tau hutan juga suasana
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status