Rindu yang Lupa
Si kecil itu tetaplah riang, meskipun waktu berbisik berkali-kali di dalam kubangan malam yang gulita tentangnya yang tak layak sendirian.
Tanpa disengaja, jempolnya menyenggol tubuh sendok yang sedang rebah. Ia jatuh ke tanah.Tepukan berhenti. Iris matanya tertuju pada alat makannya yang malang. Jongkok, menunjuknya. Berteriak memanggil nama kakaknya. Yang memiliki nama, justru sedang asyik menikmati senam. Bola matanya berkaca-kaca, ada linangan yang hendak diluncurkan. Guru itu melangkah hendak menghampiri. Jejaknya menapak gemulai. Senam mulai usai, pendinginan nyaris berakhir. Melodi terdegar mengalir lamban. Lala merasa diabaikan, ia berusaha meraih sendoknya dari bangku. Pantat dinaik
Bab Populer