SAHABATKU DI RUMAH MERTUA
Ia ingin merasakan hal yang sama seperti yang Khumaira rasakan.
Setelah sekian lama perbincangan itu terjadi, akhirnya, Sesil berhasil meyakinkan Khumaira dengan alasannya. Tentu saja, senyum kepuasan menemani wanita berambut panjang itu. Ya, antara Sesil dan Khumaira memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Khumaira yang tampak anggun dengan balutan hijab yang menutupi rambutnya, sedangkan Sesil, wanita tanpa hijab yang tak ingin meniru sahabatnya walau ada rasa iri yang cukup besar. Baginya, rambut indah tergerai saja masih kalah saing dengan Khumaira, apalagi kalau harus menutup rambutnya. Sesil makin tak bisa mengekspresikan keindahan dirinya di mata orang-orang.
“Khuma, Khuma. Kamu itu t
Hot Chapters