Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Exit

Exit

Aku tidak menginginkan itu, terlebih April yang mengetahui semua seluk beluknya. Detik selanjutnya baru berjarak empat langkah, satu anak yang berdiri di tralis pembatas menolehkan kepala cepat, menatap aku, April, dan Laura. Sepertinya ia menggunakan indra ke enam, bagaimana mungkin bisa sepeka itu. Diikuti beberapa kepala di sisinya yang ikut menoleh. Ayolah, aku benar-benar tegang. Ini sudah seperti adegan cerita zombie saja, ibaratkan aku, April, dan Laura adalah manusia normal yang datang mendekati kawanan zombie. Mencium aura kami, mereka langsung saja memutar kepala, menatap seakan kami santapan paling sedap, siap menerkam. “Woi itu April.” Satu anak pertama yang melihat kami tadi sek
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 106 Beses bilang shiver
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Ia mengangkat kepalanya walau dengan pipi merah. Matanya menangkap sang musuh tertawa bersama selir-selirnya. Membuat sudut bibir Joi terangkat. Tanpa aba-aba, Joi menendang sang musuh tepat di hidung, sampai tersungkur jauh ke belakang. Ia memandangi ketua geng wanita -wanita ribet itu tanpa ekspresi. Ia memegang pipinya yang sedikit nyeri. Mengacuhkan darah yang muncul dari hidung orang yang ditendangnya.
7.52.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 117 Beses bilang shiver
Read
+Library
REFLECTION

REFLECTION

Suara itu tidak jauh namun juga tidak begitu jelas. “Wang Shi li ….” Lagi dan lagi, panggilan itu membuatnya bergidik. Apa ini halusinasi ataukah ia sedang bermimpi? “Wang Shi Li!” Suara itu semakin jelas dan keras. Seledri terkejut dan bangun dari tidurnya. Itu adalah tidur siang yang singkat dengan akhir yang sedikit menegangkan. Ia mengambil gelas berisi air dan meminumnya.
103.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 110 Beses bilang shiver
Read
+Library
Euforia

Euforia

Brak Reyya menggebrak meja Nindi dengan napas memburu, sorot mata bule Canada itu panik menatap gadis yang hampir terjungkal akibat ulah gebrakan meja yang tiba-tiba olehnya. "REYYA!" Pekik Nindi sebal, hancur sudah moodnya pagi ini. "NINDI!" "Ck! Apaan, sih?!" gerutu gadis imut itu sebal menatap sahabatnya. "NIN! LEO, NIN!" Dengan wajah dramatis, Reyya mengguncang tubuh Nindi, "LEO HILANG!" Sontak mata Nindi melebar, kemudian ia berdiri disertai gestur tubuh tak kalah panik.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang shiver
Read
+Library
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Membuka pintu kamar, Dafin menghela nafas lega, dan menghampiri Selvi yang sedang tertidur. Panas, ketika dia meraba kening gadis itu. Dafin mengambil air hangat dan handuk kecil kedapur, lalu mengompreskannya pada Selvi. Imun sepupunya itu memang sangat rentan sekali terserang demam, apalagi flu. Terkena tetesan hujan saja, dia langsung demam.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 123 Beses bilang shiver
Read
+Library
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

Dalam satu gerakan yang hampir terlalu cepat untuk diikuti mata manusia, Silas menerjang. Pertempuran itu bukan hanya soal fisik. Saat bilah plasma Silas beradu dengan pisau getar Juan, sebuah ledakan frekuensi pendek terpancar dari neural link mereka. Silas menggunakan protokol serangan saraf "The Shiver"—sebuah gelombang data yang didesain untuk melumpuhkan sistem motorik lawan dengan membanjirinya dengan sensasi rasa sakit yang imajiner.
447 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 9 Beses bilang shiver
Read
+Library
Shewolf

Shewolf

Set! Secepat kilat, vampire itu sudah berpindah tempat dan kini telah berada tepat di belakang Lunar. Mendekap tubuh bergetar Lunar dan menyusupkan wajahnya di perpotongan leher Lunar. Rasa dingin dari kulit vampire bersentuhan dan terasa begitu kontras dengan Lunar yang bersuhu panas. Napas Lunar memburu, tetapi ia tak sanggup melakukan apa pun bahkan untuk sekadar bergerak sedikit.
1014.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 531 Beses bilang shiver
Read
+Library
WITHERED

WITHERED

Aku hanya diam bahkan saat Arga melambai dengan senyum yang memperlihatkan barisan giginya yang rapi saat pintu trem tertutup lalu melaju. ********************* Pria yang menurunkan lambaian tangannya itu terus menatapi trem yang derunya semakin jauh bahkan menghilang. Angin dingin yang berhembus menerbangkan syal juga rambutnya kesana kemari, sama sekali tak ia pedulikan. "Mira?" Ia menarik dalam nafasnya, tak perduli pada rasa dingin menusuk yang memenuhi paru-paru juga hidungnya yang memerah.
1023.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 762 Beses bilang shiver
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 122 Beses bilang shiver
Read
+Library
PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

Strategi Pertahanan Isha Isha memberikan perintah melalui getaran frekuensi rendah yang hanya bisa dirasakan oleh anggota sukunya melalui kaki mereka. Para pemburu Suku Tremor segera membentuk lingkaran, menusukkan tombak es mereka ke tanah untuk menciptakan jaring sensorik. "Mereka tidak menyerang tubuhmu terlebih dahulu," getaran Isha merambat ke kaki Lyran. "Mereka menyerang kehendakmu. Jangan biarkan rasa takutmu menciptakan resonansi."
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 57 Beses bilang shiver
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status