Kupu-kupu Kertas
Meski malu mengakui, namun terkadang mau tak mau ia merasakan perasaan ‘aneh’ ketika membayangkan tubuh telanjangnya telah ‘dinikmati’ oleh orang-orang asing meski hanya melalui medium lukisan.
“Oh iya, kamu mau bikin tato temporer?”
“Emang kalau anak SMA, musti bikin temporer, gitu?” sambar Indira cepat.
“Whoa, take it easy… nggak usah marah gitu, nona cantik…” Sheena tersenyum, menyadari bahwa dirinya sedang berhadapan remaja yang darahnya dipenuhi dengan keinginan memberontak. Wanita berambut pendek itu lalu memperhatikan lekat-lekat wajah calon kliennya. “Jadi mau buat tato permanen, nih?”
Hot Chapters