Jodoh yang Tertunda
Terdengar suara obrolan dari dua lelaki di teras.
“Bro, yang tadi itu, siapa? Istri kamu?” tanya Dodi sedikit berbisik, tapi terdengar di telingaku.
Aku menghentikan langkah. Mereka membicarakan aku?
“Iya … emang kenapa?” Suara Mas Ardan terdengar malas.
“Ya ampun, kupikir pembantu kamu, Bro! Maaf-maaf, nih, Bro! Ahahaha! Secara, penampilannya aja gitu. Kucel, pakai daster lagi!”
Chapitres populaires