KINASIH
"Wijaya Group, jadi semua ini memang sudah kamu atur sedemikian rupa, mendekatiku karena kesalahan besarmu itu dan juga kepentingan keluargamu, bukan begitu, Mas?"
Kali ini Asih tertawa, tawa yang cukup menyesakkan dadanya hingga tanpa sadar, air mata mengalir bebas di kedua pipi.
"Kami memang belum punya harta melimpah, Mas. Tapi setidaknya kami punya hati nurani dan tentunya prinsip hidup yang selama ini kami pegang teguh. Bukan berarti kami dapat seenaknya kalian 'jajah' agar mengikuti setiap permainan. Tolong jangan usik kami, biarkan kami hidup tenang tanpa perang batin setiap saat."
Hot Chapters