Our Story
Bahagia, yang sederhana.
Sedangkan Andi, mendengkus keras. Dia seolah tengah memikirkan kata-kata yang pas untuk membela dirinya sendiri. Namun, nyatanya, dia tak bisa menemukan kata-kata yang bisa menyelematkan kali ini. Apada akhirnya, Andi berdecak, bersedekap dada, kendati gelisah, dia masih bersikap angkuh.
"Saya jauh lebih berpengalaman dalam mendidik anak. Kamu tidak usah mengatur saya," jawab Andi akhirnya. Decihan pelan keluar setelahnya.
Hot Chapters