Our Story
Dia kaya, Aira anak orang berada, tetapi tidak pernah satu kali pun Daffa melihat kejijikan dari raut Aira ketika dia ajak ke tempat sederhana, bahkan sampai lingkungan kumuh pun.
"Semua cuma titipan, Daf. Nggak ada gunanya juga gue foya-foya, toh, kalo gue mati pun, cuma amal yang bisa gue bawa buat bekal. Harta mah, nggak gunanya di akhirat nanti." Benar, hal itu yang membuat Aira enggan menggila pada dunia.
"Jujur aja, gue dari dulu salut sama lo, Ra. Gue merasa beruntung bisa punya sahabat kayak lo, ya, walau agak gila sedikit, sih."
Hot Chapters