Membaca 'Imperfect' sampai tamat itu seperti naik rollercoaster emosi yang nggak bisa dilupakan. Novel ini bercerita tentang Kugy, Keenan, dan Remi dengan konflik yang begitu manusiawi. Ending aslinya? Kugy akhirnya memilih untuk melepas Keenan, bukan karena tidak cinta, tapi karena dia sadar bahwa impian mereka sudah berbeda jalur. Di sisi lain, Keenan yang sempat terombang-ambing antara cinta dan tanggung jawab, akhirnya menerima perasaannya terhadap Remi. Ending ini mungkin terasa pahit bagi yang menginginkan Kugy-Keenan bersatu, tapi justru realistis. Terkadang cinta bukan tentang bersama, tapi tentang belajar melepaskan.
Novel ini mengajarkan bahwa hidup nggak selalu sempurna—kadang kita harus memilih antara passion dan kenyamanan. Aku sendiri sempat sebel dengan endingnya, tapi setelah beberapa kali baca ulang, baru paham betapa dalam maknanya. Pesannya sederhana: imperfect is beautiful.