Terjerat Gairah Pembantu Cantik
Suaranya bergetar, hampir tidak terdengar di antara suara ombak yang menghantam karang di bawah sana.
Dikta mendesah panjang, seolah lelah menghadapi keraguan Talita. Ia menurunkan tubuh Nilam yang masih pingsan ke tanah sebentar, lalu mendekati Talita dengan sorot mata tajam.
“Tadi kamu bilang takut masuk penjara, kan?” Dikta mengangkat dagunya sedikit, menunjukkan sikap dominannya. “Talita, justru kalau kita gak lakuin ini, kita yang bakal kena masalah. Kamu pikir kalau Nilam sadar dan cerita semuanya, kita bakal selamat?”