Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BERONDONG

BERONDONG

"Eh, boss! Ketemu di sini" Toro terkekeh melihat Elang yang sedang duduk santai di depan bar Cambria. Tepatnya sebuah cafe berornamen ala Eropa yang sangat ramai pembeli. Elang menggerling sedetik. Kemudian fokus kembali ke ponselnya,"Musibah gue ketemu lo" tutur Elang. Tanpa beban Toro ikut duduk diseberang meja yang Elang duduki.
108.2K viewsOngoingAdded to Library 328 Times as terminal cafe
Read
+Library
My Mafia

My Mafia

Dan uang tabungannya itu jelas tidak sedikit. Hei, Caesaria tidak akan menjadi orang miskin di negara ini. *** One Fifteenth coffee. Itu adalah nama cafe yang Caesar tujui. Tempatnya sangat cocok untuk duduk sejenak sambil minum segelas kopi panas. Caesar masuk ke dalam cafe lalu duduk di meja yang berada di pojok. Setelah itu, datang seorang pelayan membawa buku dan pena untuk mencatat pesanan. Caesar membaca semua menu dalam buku lalu mengatakan pesanannya, "Hot Cappucino dan scrambled eggs. "
104.3K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as terminal cafe
Read
+Library
Booking Terakhir

Booking Terakhir

STASIUN TERMINAL Tidak ada nama kota dan tidak ada petunjuk arah seolah ini adalah pemberhentian terakhir untuk sesuatu. Mira berjalan mendekati loket tiket tua lalu berhenti ketika melihat seseorang yang duduk dibalik kaca loket. Seorang perempuan tua mengenakan seragam petugas dengan wajah polos begitu saja, tanpa mata. Dan dia tersenyum, “Sudah lama tidak ada tamu.” Mira langsung melompat mundur. "NOPE!" Petugas itu hanya tertawa kecil seperti menertawakan tingkah laku Mira barusan.
10541 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as terminal cafe
Read
+Library
CERAI

CERAI

" Zaira akan ingat semua pesan dari abi dan umi, Kalau begitu Zaira pamit pulang abi,umi, dan teman teman semua terimaksih atas kebaikannya selama ini dan terimaksih sudah menjalin pertemanan baik dengan Zaira. Semuanya Zaira pamit Assalmu'alaikum Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab semua penghuni pesantren. ***** Saat ini Zaira sedang berada di terminal menuju kampung halaman nya. Tiba tiba penglihatannya menangkap pergerakan seorang pria parubaya yang kesulitan membawa barang barang nya. Lantas ia menghampiri pria tersebut. Pak, ini barang barang nya semua punya bapak? tanya zaira dengan lembut
107.0K viewsOngoingAdded to Library 195 Times as terminal cafe
Read
+Library
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebuah undangan yang jelas. Mereka mengikuti petunjuknya. Kedipan cahaya memandu mereka menuju sebuah terminal tua yang jarang disentuh, tersembunyi di balik panel dinding yang dapat digeser. Terminal itu menyala dengan sendirinya, menampilkan sebuah antarmuka yang sangat sederhana. Di tengah layar, hanya ada sebuah tombol dan sebuah pesan: SIAPAKAH YANG AKAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KENANGAN?
1.0K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as terminal cafe
Read
+Library
FESTIVAL TERAKHIR

FESTIVAL TERAKHIR

“Kebahagiaan itu mahal harganya, tidak pantas dihentikan dengan cara murahan.” ***** Apartemen minimalis milik Jevian kini tidak terlalu sunyi karena Jevano. Pria yang lebih muda delapan tahun dari kakaknya itu kini tengah menikmati game PlayStation yang ternyata Jevian sempat membelinya tahun lalu tetapi tidak sempat ia gunakan.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as terminal cafe
Read
+Library
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

gerutuku “Ya tuhaaan,maafkan aku jika belum bisa jadi istri yang baik..tapi aku kesaaaaaal “kataku kemudian sedikit berteriak menengadahkan kepala ke atas berbicara dengan sang pemilik hidup. “Rooom service “ teriak seseorang dibalik pintu. “Ooowh ya ampuuun ..”gerutuku malas melangkah ke pintu,sudah kesekian kalinya tamu yang mengetuk pintu kamarku adalah pelayan kamar. “Apalagi kali ini “ kataku malas “Tok..tok..tok...room service “katanya lagi “Sebentar..”jawabku bersiap memastikan pakaianku normal dan tertutup rapat.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as terminal cafe
Read
+Library
Batal Menikah Karena Tak Punya Ayah

Batal Menikah Karena Tak Punya Ayah

Cafe pun mulai ramai. Dari pintu kantornya Fenita dapat melihat dua orang yang menempati salah satu meja di dekat kolam ikan. Dia gembira. Cafe-nya dari hari ke hari sudah menampakkan perkembangan yang menggembirakan untuk ukuran usaha yang masih merintis. Fenita baru saja akan duduk, saat telepon interkom di mejanya berbunyi. “Selamat pagi Bu Fenita, ada tamu untuk Ibu. Namanya Bu Rinta dan Bu Desi.”
914 viewsOn holdAdded to Library 18 Times as terminal cafe
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status