SELIR HATI
Gita menunduk dalam-dalam saat melewati mereka, mencoba menyembunyikan rasa gentarnya.
Di dalam aula, Permaisuri Dias sudah menunggu. Ia duduk di kursi ukir berhias permata, mengenakan gaun sutra merah tua yang memancarkan wibawa. Wajahnya memang cantik, tetapi sorot matanya tajam, menelanjangi siapa pun yang berani menatapnya terlalu lama.
“Jadi, ini gadis desa yang dibawa masuk kemarin?” suara Dias terdengar datar, namun jelas mengandung sindiran.
Hot Chapters