Masih Gadis Menyusui
Dia pikir, rumah tangganya berjalan secara datar karena sikap dingin Sabil padanya.
Halimah menoleh. Ia tersenyum tipis menatap sahabatnya.
"Ya, aku jauh lebih baik dari kemarin, Nov. Makasih, ya." Halimah bergerak mendekat pada Novi dengan menggulir roda di bawah tangannya.
"Alhamdulillah."
"Mas Sabil sudah keluar dari masa kritisnya itu yang terpenting."
"Huum kamu benar." Novi menimpali. "Oya, semua barang kamu sudah diangkut ke rumah yang baru. Setelah ini aku jamin, kamu tak akan bertemu lagi dengan pria bejat dan pelakor itu."